Ming | 26 Jul 2026 |
Indonesian ID English EN

SENADA ke-9 IDB Bali 2026: Merestorasi Masa Depan Lewat Kolaborasi Ide, Desain, dan Teknologi

Denpasar, Bali – Di tengah dinamika perubahan global yang semakin cepat, satu pertanyaan besar muncul: bagaimana masa depan akan dibentuk oleh generasi hari ini? Pertanyaan itulah yang seolah dijawab melalui gelaran SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain dan Aplikasi Bisnis Teknologi) ke-9 tahun 2026, sebuah forum akademik yang tidak hanya menghadirkan diskusi, tetapi juga menyatukan visi tentang masa depan yang lebih berkelanjutan.

Diselenggarakan oleh Institut Desain dan Bisnis Bali pada Kamis, 9 April 2026, SENADA 2026 hadir dengan tema “Restoring the Future: Regenerative Design, Technology and Business”. Tema ini menjadi refleksi sekaligus ajakan untuk melihat masa depan bukan sekadar sesuatu yang akan terjadi, tetapi sesuatu yang harus dirancang, dijaga, dan diperbaiki mulai hari ini.

Ruang Bertemunya Gagasan dan Kepedulian

Sejak awal acara dimulai, atmosfer kolaboratif sudah terasa kuat. Sebanyak 185 peserta dari 21 universitas di Indonesia bergabung dalam forum ini, baik secara online maupun offline. Kehadiran mereka tidak hanya menunjukkan antusiasme, tetapi juga menjadi indikator bahwa isu keberlanjutan telah menjadi perhatian serius generasi muda.

SENADA bukan sekadar seminar atau konferensi biasa. Ia menjadi ruang pertemuan antara ide, pengalaman, dan perspektif yang beragam. Di dalamnya, mahasiswa, akademisi, dan praktisi bertemu untuk berbagi gagasan, menguji pemikiran, serta membangun solusi atas tantangan masa depan.

Dalam setiap sesi, terlihat bagaimana peserta tidak hanya hadir sebagai pendengar, tetapi juga sebagai bagian aktif dari diskusi. Pertanyaan-pertanyaan kritis, tanggapan reflektif, hingga ide-ide segar mengalir, menciptakan dinamika forum yang hidup dan konstruktif.

Tema “Restoring the Future” membawa pendekatan yang lebih dalam dari sekadar keberlanjutan. Jika sustainability berbicara tentang menjaga, maka regenerative design berbicara tentang memulihkan, memperbaiki, dan menciptakan sistem yang lebih baik dari sebelumnya.

Pendekatan ini menjadi sangat relevan di tengah berbagai tantangan global, mulai dari krisis lingkungan, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi.

Melalui SENADA 2026, konsep ini dibahas dari berbagai sudut pandang:

  • Desain sebagai medium untuk menciptakan solusi yang manusiawi dan berkelanjutan
  • Teknologi sebagai alat untuk mempercepat inovasi
  • Bisnis sebagai sistem yang mampu menggerakkan perubahan secara luas

Kolaborasi ketiga aspek ini menjadi kunci dalam membangun masa depan yang tidak hanya maju, tetapi juga bertanggung jawab.

SENADA 2026 semakin kuat dengan kehadiran para keynote speaker yang memiliki latar belakang dan pengalaman yang beragam, baik dari dunia akademik, industri, hingga pemerintahan.

Di antaranya adalah:

  • Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn. – Rektor Institut Seni Indonesia Bali, yang menyoroti pentingnya seni dan budaya dalam membangun identitas desain yang berkelanjutan
  • Ar. Ir. Ari Setiya Wibawa, S.T., M.M., IAI., GP., IPM., ASEAN Eng.– Ketua DPW Gekrafs Bali, yang membahas peran industri kreatif dalam mendorong ekonomi berbasis inovasi
  • Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si. – Anggota Komite III DPD RI, yang memberikan perspektif kebijakan dalam mendukung pengembangan sektor kreatif dan teknologi
  • Assoc. Prof. Ts. Dr. rer. nat. Toni Anwar – Industrial/External Linkage UTP Malaysia, yang membawa sudut pandang internasional terkait kolaborasi antara pendidikan dan industri

Melalui pemaparan para narasumber, peserta diajak untuk melihat isu keberlanjutan tidak hanya dari satu perspektif, tetapi sebagai ekosistem yang saling terhubung.

Salah satu kekuatan utama SENADA 2026 terletak pada formatnya yang interaktif. Tidak hanya menghadirkan sesi keynote, acara ini juga diisi dengan:

  • Diskusi panel
  • Presentasi ilmiah
  • Sesi tanya jawab terbuka
  • Pertukaran ide antar peserta

Format hybrid (online dan offline) memungkinkan partisipasi yang lebih luas, sekaligus memperkuat inklusivitas dalam berbagi pengetahuan.

Peserta yang hadir secara langsung merasakan energi diskusi yang intens, sementara peserta online tetap dapat terlibat aktif melalui platform digital.

Hal ini menunjukkan bahwa ruang akademik kini tidak lagi terbatas oleh ruang fisik, tetapi dapat berkembang menjadi ekosistem kolaborasi yang lebih luas.

Lebih dari sekadar forum ilmiah, SENADA 2026 juga menjadi ruang untuk membangun jejaring. Peserta dari berbagai universitas memiliki kesempatan untuk:

  • Berkenalan dan bertukar ide
  • Menjalin kolaborasi lintas disiplin
  • Membuka peluang kerja sama di masa depan

Interaksi ini menjadi salah satu nilai penting dari kegiatan ini, karena inovasi sering kali lahir dari pertemuan perspektif yang berbeda.

Dalam konteks ini, SENADA berperan sebagai katalisator yang mempertemukan individu-individu dengan visi yang sama, tetapi dengan latar belakang yang beragam.

Peran IDB Bali dalam Mendorong Ekosistem Kreatif

Sebagai penyelenggara, IDB Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang-ruang akademik yang relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan seperti SENADA, IDB Bali tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga membuka ruang dialog yang lebih luas antara dunia akademik, industri, dan masyarakat.

Pendekatan ini menjadi penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan adaptif.

IDB Bali memposisikan diri sebagai kampus yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membentuk individu yang siap berkontribusi dalam menjawab tantangan global.

Keberhasilan SENADA ke-9 tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Mulai dari sponsor, mitra, hingga seluruh panitia yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan acara ini.

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sebuah kegiatan besar tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh peserta yang telah berkontribusi dengan ide, energi, dan semangat mereka dalam forum ini.

SENADA 2026 bukan sekadar acara yang selesai dalam satu hari. Ia adalah bagian dari proses panjang dalam membangun kesadaran, pengetahuan, dan kolaborasi untuk masa depan.

Tema “Restoring the Future” menjadi pengingat bahwa masa depan bukan sesuatu yang pasif, tetapi sesuatu yang harus dirancang secara aktif.

Melalui forum ini, terlihat jelas bahwa generasi muda tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi juga menjadi aktor utama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan, SENADA ke-9 telah berhasil menjadi ruang di mana ide bertemu dengan aksi, dan visi bertemu dengan realitas.

Dan dari ruang inilah, masa depan mulai dibentuk.

IDB Bali

Empowering People To Be Creative

Bagikan Artikel