Denpasar, Bali – Kabar membanggakan datang dari dunia akademik Bali. Institut Desain dan Bisnis Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat melalui capaian prestasi para dosennya. Sejumlah dosen IDB Bali berhasil meraih pendanaan DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Tahun Anggaran 2026, sebuah pencapaian penting yang memperkuat peran kampus dalam menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
Pencapaian ini bukan sekadar angka atau prestasi administratif, tetapi menjadi bukti bahwa ekosistem akademik di IDB Bali terus bergerak maju—menghasilkan inovasi, riset aplikatif, dan kontribusi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dalam dunia pendidikan tinggi, riset dan pengabdian kepada masyarakat merupakan dua pilar utama yang menentukan kualitas sebuah institusi. Melalui pendanaan DPPM, para dosen memiliki kesempatan untuk mengembangkan penelitian yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan berdampak langsung.
Pendanaan yang diraih oleh dosen IDB Bali tahun ini mencakup beberapa skema strategis, di antaranya:
- Skema Penelitian Dosen Pemula
- Skema Penelitian Tesis Magister
- Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat
Ketiga skema ini dirancang untuk mendorong pengembangan riset dari berbagai level, mulai dari penguatan kapasitas dosen, pendampingan mahasiswa, hingga implementasi langsung di masyarakat.
Dengan adanya dukungan ini, riset tidak lagi berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu menjawab permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat.
Daftar Dosen IDB Bali Penerima Pendanaan DPPM 2026
Prestasi ini diraih oleh delapan dosen terbaik IDB Bali yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Mereka adalah:
- Ni Kadek Suryani
- Ngurah Gede Dwi Mahadipta
- I Made Satrya Ramayu
- Gede Puspa
- I Gede Yudha Pratama
- I Made Sri Wahyuni Trisna
- Ari Rimbawan
- Ni Kadek Yuni Utami
Keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang, mulai dari penyusunan proposal, pengembangan ide riset, hingga seleksi ketat di tingkat nasional.
Capaian ini mencerminkan bahwa IDB Bali memiliki ekosistem akademik yang mendukung pertumbuhan inovasi dan kreativitas. Para dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai peneliti dan agen perubahan yang aktif mencari solusi atas berbagai tantangan di masyarakat.
Lingkungan akademik yang progresif memungkinkan lahirnya berbagai ide segar yang dapat dikembangkan menjadi riset berkualitas. Hal ini juga didukung oleh budaya kolaborasi yang kuat, baik antar dosen, mahasiswa, maupun mitra eksternal.
Dengan pendekatan ini, IDB Bali mampu menciptakan sinergi antara teori dan praktik, sehingga hasil penelitian dapat lebih mudah diimplementasikan.
Salah satu hal yang menjadi fokus utama di IDB Bali adalah bagaimana riset dapat memberikan dampak nyata. Pendanaan DPPM menjadi salah satu instrumen penting untuk mewujudkan hal tersebut.
Melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, misalnya, hasil penelitian dapat langsung diterapkan dalam bentuk program yang membantu masyarakat. Ini bisa berupa:
- Pengembangan UMKM berbasis kreatif
- Inovasi desain yang meningkatkan nilai produk lokal
- Pemanfaatan teknologi untuk efisiensi bisnis
Sementara itu, skema penelitian lainnya memungkinkan dosen untuk mengembangkan kajian yang lebih mendalam, sekaligus memperkaya literatur ilmiah di bidang desain, teknologi, dan bisnis.
Keberhasilan dalam meraih pendanaan juga tidak terlepas dari kemampuan kolaborasi. Dalam proses penelitian, dosen sering kali bekerja sama dengan:
- Mahasiswa
- Institusi lain
- Industri kreatif
- Komunitas masyarakat
Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang lebih komprehensif dan relevan.
Dengan melibatkan berbagai pihak, hasil penelitian tidak hanya lebih kaya secara perspektif, tetapi juga memiliki peluang implementasi yang lebih besar.
Prestasi yang diraih oleh para dosen IDB Bali juga memiliki dampak langsung terhadap mahasiswa. Melalui keterlibatan dalam penelitian, mahasiswa dapat:
- Belajar langsung dari proses riset
- Mengembangkan kemampuan berpikir kritis
- Terlibat dalam proyek nyata
Hal ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja dan industri kreatif.
Dosen tidak hanya menjadi sumber ilmu, tetapi juga mentor yang membimbing mahasiswa dalam mengembangkan potensi mereka.
Keberhasilan ini menjadi momentum bagi IDB Bali untuk terus meningkatkan kualitas riset dan pengabdian kepada masyarakat. Kampus ini berkomitmen untuk:
- Mendorong lebih banyak dosen melakukan penelitian
- Memperluas jaringan kolaborasi
- Mengembangkan program berbasis riset
Dengan langkah ini, IDB Bali tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri.
Capaian ini juga menjadi bukti bahwa IDB Bali adalah tempat yang tepat bagi siapa saja yang ingin berkembang di bidang kreatif dan inovatif.
Bagi calon mahasiswa, lingkungan ini menawarkan:
- Pembelajaran berbasis praktik
- Kesempatan terlibat dalam riset
- Dukungan untuk berkarya dan berinovasi
IDB Bali membuka peluang bagi generasi muda untuk menjadi bagian dari ekosistem yang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pada dampak nyata.
Keberhasilan dosen IDB Bali dalam meraih pendanaan DPPM 2026 menjadi bukti bahwa riset dan pengabdian kepada masyarakat terus berkembang di lingkungan akademik yang progresif.
Lebih dari sekadar prestasi, capaian ini menunjukkan komitmen IDB Bali dalam menghadirkan pendidikan yang relevan, inovatif, dan berdampak.
Di tengah tantangan global yang terus berubah, peran akademisi menjadi semakin penting. Melalui riset yang berkualitas dan kolaborasi yang kuat, IDB Bali terus melangkah sebagai institusi yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menciptakan perubahan.
Kini saatnya generasi muda ikut ambil bagian—tumbuh, berkarya, dan berkontribusi bersama IDB Bali.
IDB Bali
Empowering People To Be Creative








































































