Denpasar, Bali – Dunia digital telah berubah. Audiens kini tidak hanya mencari hiburan, tetapi juga mencari nilai, keaslian, dan kredibilitas.
Semangat inilah yang terasa dalam kegiatan kuliah dosen praktisi yang diselenggarakan oleh Program Studi Bisnis Digital Institut Desain dan Bisnis Bali. Menghadirkan sosok kreatif asal Bali, Yoga Ubin, mahasiswa diajak melihat dunia konten digital dari perspektif yang lebih luas bukan hanya tentang bagaimana membuat konten, tetapi bagaimana menciptakan konten yang memiliki makna, membangun komunikasi, dan memberi dampak.
Yoga Ubin dikenal sebagai konten kreator yang aktif membangun ekosistem kreatif digital di Bali. Selain berkarya di dunia konten, ia juga berperan sebagai staf di Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Badung, yang membuat perspektifnya semakin kaya dalam melihat hubungan antara kreativitas, industri, dan dampak sosial.
Kehadiran Yoga Ubin di ruang kelas IDB Bali bukan sekadar berbagi pengalaman, tetapi menjadi jembatan antara teori akademik dan realitas industri digital yang terus berkembang.
Belajar dari Praktisi, Belajar dari Realita Industri
Sejak sesi dimulai, suasana kelas terasa berbeda. Tidak ada sekat formal antara narasumber dan mahasiswa. Diskusi berlangsung hangat, interaktif, dan penuh energi.
Yoga Ubin membuka sesi dengan satu realita yang kini terjadi di dunia digital:
“Hari ini siapa pun bisa membuat konten. Tapi tidak semua konten bisa membangun kepercayaan.”
Kalimat sederhana itu langsung menjadi pembuka diskusi yang menggugah. Mahasiswa diajak memahami bahwa algoritma memang bisa membantu distribusi konten, tetapi kepercayaan audiens tetap dibangun melalui konsistensi, kualitas komunikasi, dan nilai yang dibawa.
Dalam kuliah praktisi ini, mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana membuat video, menulis caption, atau mengikuti tren digital. Mereka diajak masuk lebih dalam untuk memahami mengapa sebuah konten dibuat, siapa audiensnya, dan dampak apa yang ingin dihasilkan.
Salah satu poin utama yang dibahas dalam sesi ini adalah bagaimana konten harus bergerak melalui tiga tahap penting yaitu Create, Communicate dan Impact.
Salah satu pesan yang paling membekas dalam kuliah ini adalah:
“Yang menang di dunia digital bukan yang paling viral, tapi yang paling konsisten dan dipercaya.”
Pernyataan tersebut menjadi refleksi penting bagi mahasiswa yang selama ini hidup di tengah budaya digital yang sering mengukur kesuksesan dari jumlah views, likes, atau followers.
Yoga mengajak mahasiswa untuk melihat metrik digital secara lebih sehat.
Menurutnya, viral bisa datang dan pergi. Namun kepercayaan adalah aset yang dibangun dalam waktu lama.
Brand, creator, maupun bisnis yang mampu bertahan biasanya bukan yang paling ramai sesaat, tetapi yang terus hadir dengan pesan yang jelas dan nilai yang konsisten.
Pesan ini menjadi insight penting bagi mahasiswa Bisnis Digital yang nantinya akan terjun ke dunia bisnis, branding, marketing, maupun content strategy.
Kegiatan kuliah dosen praktisi ini menjadi bagian dari komitmen IDB Bali dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan industri.
Di Program Studi Bisnis Digital, mahasiswa tidak hanya belajar tentang strategi pemasaran, bisnis online, atau teknologi digital. Mereka juga dibekali dengan pemahaman tentang perilaku konsumen, komunikasi digital, hingga bagaimana membangun brand yang memiliki dampak.
Melalui kehadiran praktisi seperti Yoga Ubin, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan di dunia nyata.
Pendekatan ini membuat proses belajar menjadi lebih kontekstual, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat, dunia digital membutuhkan lebih dari sekadar kreator.
Dunia membutuhkan individu yang mampu berpikir strategis, berkomunikasi dengan baik, dan menciptakan dampak melalui karya.
Kuliah bersama Yoga Ubin menjadi pengingat bahwa teknologi hanyalah alat. Yang menentukan hasil tetaplah manusia, ide, dan nilai yang dibawa.
Melalui ruang belajar seperti ini, mahasiswa IDB Bali dipersiapkan bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi pencipta perubahan.
Karena pada akhirnya, di era digital yang penuh kompetisi, yang benar-benar bertahan bukan mereka yang sesaat viral
tetapi mereka yang konsisten, autentik, dan dipercaya.
IDB Bali
Empowering People To Be Creative









































































