Rab | 03 Jun 2026 |
Indonesian ID English EN

Mahasiswi Magister Desain IDB Bali Raih Penghargaan Bergengsi “Designer of The Year” di AYDA Awards 2024/2025

Bali, Juli 2025 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh salah satu mahasiswi terbaik Institut Desain dan Bisnis Bali (IDB Bali). Ni Luh Made Adelia Meysa Putri, S.Ds., yang saat ini sedang menempuh studi Program Magister Desain IDB Bali, berhasil menyabet penghargaan tertinggi sebagai “Designer of the Year” kategori Interior Design dalam ajang bergengsi tingkat Asia, AYDA Awards 2024/2025 (Asia Young Designer Awards).

Penghargaan ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, namun juga menjadi bukti bahwa IDB Bali sebagai kampus desain dan bisnis terus menghasilkan talenta muda yang mampu bersaing secara global. Kemenangan ini menegaskan bahwa mahasiswa IDB Bali tak hanya dibekali teori dan kreativitas, tetapi juga mampu menciptakan karya yang berdampak nyata dan memenuhi standar internasional.

Bagi industri desain dan arsitektur, AYDA Awards adalah salah satu kompetisi paling bergengsi di kawasan Asia. Diselenggarakan oleh Nippon Paint sejak tahun 2008, kompetisi ini mewadahi para mahasiswa arsitektur dan desain interior dari berbagai negara di Asia untuk unjuk karya, ide, dan inovasi mereka.

Tiap tahunnya, AYDA diikuti oleh ribuan peserta lebih dari 15 negara Asia, menjadikan kompetisi ini sangat kompetitif. Para finalis akan mendapatkan mentoring langsung dari para profesional industri, dan pemenang utama akan berkesempatan mendapatkan penghargaan di tingkat regional bahkan global.

Menjadi juara dalam ajang ini berarti desain dan gagasanmu tidak hanya diakui di dalam negeri, namun juga diapresiasi oleh komunitas desain internasional.

Adelia Meysa: Desainer Muda yang Membawa Bali ke Panggung Dunia

Ni Luh Made Adelia Meysa Putri, S.Ds., bukan nama asing di lingkungan IDB Bali. Sejak menempuh studi Sarjana Desain di kampus yang sama, Adelia sudah menunjukkan ketekunan, keunikan pendekatan desain, dan semangat eksplorasi terhadap budaya lokal Bali yang dipadukan dengan perspektif kontemporer.

Melanjutkan studinya ke jenjang Magister Desain, Adelia memperdalam pemahaman akan desain berkelanjutan, human-centered design, serta integrasi teknologi dalam ruang hidup masa kini.

Kebun Mayungan Teh menjadi inspirasi bagi Adelia dalam karyanya yang membawa ia meraih kemenangan. Mayungan teh terkenal sebagai perkebunan teh premium di daerah Tabanan, Bali. Dari sinilah Adelia tertarik mengangkat Mayungan teh dalam karyanya, menyesuaikan tema dari AYDA tentang sustainable dan kearifan lokal. Sampai pada akhirnya inilah yang mengantarkan dirinya ke panggung dunia.

Dengan senyum bangga, Adelia mengangkat trofi AYDA dan sertifikat penghargaan yang menjadi simbol keberhasilannya menembus batas nasional menuju panggung internasional.

Kemenangan Adelia tentu tidak terjadi dalam semalam. Berawal dari proses riset intensif, eksplorasi desain, hingga bimbingan dari dosen dan mentor profesional di IDB Bali, Adelia menjalani setiap tahap seleksi AYDA dengan dedikasi tinggi.

“IDB Bali tidak hanya memberi saya ruang untuk berkarya, tetapi juga mendorong saya untuk berpikir lebih dalam, lebih luas, dan lebih berani membawa identitas budaya dalam konteks global,” ungkap Adelia saat diwawancarai.

Kemenangan ini tentu tidak lepas dari peran Institut Desain dan Bisnis Bali sebagai kampus yang berkomitmen membangun ekosistem pendidikan kreatif berstandar global. Program Magister Desain di IDB Bali dirancang untuk menjawab kebutuhan industri dan perkembangan sosial budaya yang dinamis.

Dengan pendekatan kolaboratif, kontekstual, dan berbasis riset, mahasiswa diajak tak hanya menjadi desainer yang handal secara teknis, tapi juga memiliki sensitivitas terhadap isu-isu global seperti keberlanjutan, inklusivitas, dan transformasi digital.

Program Magister Desain IDB Bali juga aktif mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kompetisi nasional maupun internasional, membangun portofolio berbasis riset, dan menciptakan solusi desain yang aplikatif bagi masyarakat.

Dalam dunia yang terus berubah cepat, pendidikan desain tidak lagi cukup hanya mengandalkan kreativitas. Diperlukan pemahaman tentang teknologi, dampak sosial, serta keberlanjutan.

IDB Bali melalui Program Magister Desain menanamkan kesadaran ini sejak awal. Mahasiswa tidak hanya belajar teori atau keterampilan software, tetapi juga melakukan riset desain yang berdampak sosial, menerapkan prinsip desain berkelanjutan & inklusif, berjejaring dengan praktisi industri kreatif, mengerjakan project riil & kompetisi internasional.

Pola pendidikan ini terbukti mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di level global seperti yang ditunjukkan oleh Adelia.

Kemenangan Ni Luh Made Adelia Meysa Putri membawa pesan kuat bagi generasi muda Indonesia, bahwa anak muda dari daerah pun bisa bersinar di panggung internasional jika diberi ruang, akses, dan bimbingan yang tepat.

Di tengah banyaknya tantangan dunia kerja dan industri kreatif yang makin kompetitif, kisah Adelia menjadi inspirasi bahwa kuliah desain bukan hanya tentang menggambar atau dekorasi — tapi tentang membentuk cara berpikir yang solutif dan berdampak.

Penutup: Mimpi Itu Harus Dikejar — Dan Adelia Sudah Membuktikannya

Dari ruang studio di Bali, karya Adelia kini bergema ke seantero Asia. Ia membuktikan bahwa desain bisa menjadi jembatan antara budaya, teknologi, dan masa depan. Kemenangan di AYDA Awards adalah bukti nyata bahwa mahasiswa IDB Bali mampu menjadi bagian dari generasi kreatif global yang siap membuat perubahan.

Jika kamu punya mimpi untuk menjadi desainer hebat, pembuat perubahan, dan pelopor ide-ide baru — maka mulailah dari kampus yang percaya pada potensimu.

IDB Bali
Create Your Own Creative Journey

Bagikan Artikel