Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Manajemen, Desain dan Aplikasi Bisnis Teknologi (SENADA) 2025 pada hari Kamis, 10 April 2025. Mengusung tema “Dinamika Desain dan Bisnis dalam Revolusi Industri Kreatif pada Era Disrupsi Kecerdasan Buatan”, forum ilmiah ke-8 ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan para akademisi, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Sebanyak 169 penulis dari 22 perguruan tinggi turut ambil bagian dalam SENADA 2025, dengan mempresentasikan 68 judul karya ilmiah, baik secara luring di kampus IDB Bali maupun daring melalui platform virtual. Ragam topik yang dibahas mencakup bidang desain, teknologi informasi, manajemen bisnis kreatif, serta implementasi kecerdasan buatan dalam industri kreatif yang terus berkembang pesat.
Acara ini menghadirkan empat keynote speaker yang merupakan tokoh-tokoh terkemuka di bidang kebudayaan, desain, teknologi, dan ekonomi bisnis, yaitu: Brahmantara, S.T., M.A. — Ditjen Pengembangan Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Ariani Kusumo Wardhani, M.Ds., Cs. — Rektor Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) Jakarta, Dr. Ir. Deni Mahdiana, S.Kom., M.M., M.Kom.— Dosen Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta, dan Dr. Ngurah Gede Dwi Mahadipta, S.T., M.T.— Kepala Program Studi Desain Interior IDB Bali.
Dr. I Putu Gede Suyoga, S.T., M.Si., selaku ketua panitia SENADA 2025 melaporakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi IDB Bali dalam mendukung kolaborasi lintas bidang dan mendorong inovasi yang berbasis budaya, desain, ekonomi bisnis, serta teknologi mutakhir. “Kami berharap melalui forum ini terjadi pertukaran gagasan yang hangat dan inspiratif. Kita semua memiliki tantangan yang sama: bagaimana mengintegrasikan kekayaan budaya dan keberlanjutan dalam industri kreatif dengan pendekatan desain dan teknologi AI,” ujarnya menutup laporan.
Dalam sambutannya, Rektor IDB Bali Bapak Dr. I Kade Pranajaya, S.T., S.H., M.T., M.H., menyampaikan bahwa, “Teknologi tidak akan pernah menggantikan nilai kemanusiaan, kreativitas, dan kearifan lokal. Di tengah disrupsi, kita harus menjadi navigator zaman—tidak hanya merespons, tapi menciptakan arah baru yang berkelanjutan dan berakar pada budaya. Desain hari ini adalah cara berpikir dan membangun masa depan, sementara bisnis adalah tentang dampak, bukan semata laba. Karena itu, kolaborasi lintas disiplin seperti dalam SENADA menjadi kunci menciptakan masa depan yang canggih sekaligus bijaksana.”
SENADA 2025 turut mendapat dukungan dari berbagai mitra profesional, antara lain: Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Bali, Himpunan Disainer Interior Indonesia (HDII), Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia (AIDIA) Bali, Asosiasi Digital Marketing Indonesia (DIGEMINDO) Bali, Asosiasi Profesi dan Pendidikan Bisnis Digital (APBISDI), dan Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (ASPRODI). Sementara itu, dukungan sponsor datang dari beberapa perusahaan dan studio kreatif terkemuka, seperti PT. Jotun Indonesia, MF Design Studio, Tondo Art & Craft Materials, dan Crab Studio Bali.
Dengan semangat kolaboratif dan atmosfer akademik yang kuat, SENADA 2025 tidak hanya menjadi ruang berbagi ilmu, namun juga menjadi ruang dialog dan pembelajaran lintas disiplin yang mendorong terciptanya solusi inovatif untuk tantangan zaman.
IDB Bali
Create Your Own Creative Journey















































































