Kam | 04 Jun 2026 |
Indonesian ID English EN

Kerjasama IDB Bali dan Maja Labs, Tingkatkan Pengembangan Digital Fashion

Peran dosen dan mutu pembelajaran pada sebuah universitas merupakan prioritas utama dalam meningkatkan kualitas. Selain itu, universitas juga harus mengambil peran dalam menciptakan beragam inovasi guna menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu berdampak positif bagi masyarakat.

Upaya peningkatan mutu tersebut telah dilakukan oleh Institut Desain & Bisnis (IDB) Bali dalam program studi Desain Mode, salah satunya melalui kerja sama dengan Maja Labs yang memiliki kesamaan visi misi. Untuk itu pada hari Jumat, 18 November 2020, IDB Bali melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Maja Labs di Aula New Media College, IDB Bali, Denpasar, Bali.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dr. Ni Kadek Suryani, S.E., S.I.Kom., M.M selaku Rektor Kampus IDB Bali serta Prayogo selaku COO Maja Labs. Kerja sama ini sebagai langkah serius pengembangan Digital Fashion bagi dosen maupun mahasiswa IDB Bali program studi Desain Mode.

“Digital fashion akan membawa perubahan besar pada industri dan trend yang akan datang. Inisiasi Bali Digital Fashion Week adalah sinergi antara dua seni, fashion dan web3 – teknologi blockhain. Dengan begitu bersama-sama menciptakan dampak nyata bagi dunia sosial, ekonomi dan lingkungan”, kata bapak Prayogo.

Penandatanganan MoU ini juga dimeriahkan dengan seminar yang dibawakan oleh 4 orang narasumber seperti Schieva selaku Digital Fashion Artist, Prayogo selaku COO Maja Labs, Made Bayak selaku Seniman & Plasticology Artist dan Chyntia Nirmalasari selaku Fashion Designer dan Owner Griya Moda Bali. Hal ini juga memberikan banyak ilmu yang akan sangat berguna bagi ratusan mahasiswa IDB Bali yang ikut serta dalam seminar ini.

Scheva dalam seminar menyampaikan bahwa ekosistem Digital Fashion dimana terdapat Physical Digital dan juga Pure Digital dalam aspek fashion dengan teknologi digital. Hal ini memungkinkan manusia untuk mencoba pakaian secara virtual untuk penggunaan sehari-hari dalam dunia virtual, social media hingga fisik. Sedangkan Made Bayak menjabarkan tentang bagaimana berkarya dengan memanfaatkan sustainable seperti sampah plastik dan limbah agar menjadi peluang. Dengan teknologi digital, khususnya dapat menjadi solusi untuk karya yang ramah lingkungan. Chyntia sendiri menceritakan kisahnya sebagai seorang fashion entrepreneur dengan latar belakang pendidikan dokter hewan yang sukses menginspirasi banyak orang.

Melalui kurikulum pendidikan dan beragam program kerja sama yang telah terjalin, program studi Desain Mode IDB Bali menjamin para mahasiswa akan dididik menjadi lulusan designer mode yang handal dalam keterampilan, inspirasional dan kreatif.

Program Studi Desain Mode IDB Bali

Mendidik dan menyiapkan mahasiswa menjadi pribadi yang mandiri, kompeten, kreatif dan inovatif serta update dalam perkembangan teknologi dan industri. Mahasiswa tidak hanya belajar merancang desain busana, namun juga dibekali dengan pengetahuan pengembangan bisnis guna menyiapkan lulusan yang siap untuk bersaing secara global di industri fashion.

Mari bergabung dan daftarkan dirimu sekarang di Kampus Desain & Bisnis Terbaik

IDB Bali
Create Your Own Creative Journey

Bagikan Artikel