Pada Kamis, 28 November 2024, mahasiswa Desain Interior IDB Bali mengikuti ekskursi bertema “Sikut dan Sukat” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Desain Interior. Bertempat di Omah Blumbungan, kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam wawasan mahasiswa tentang konsep tata ruang tradisional Bali, khususnya pekarangan sikut satak yang menjadi bagian integral dari arsitektur tradisional Bali.
Ekskursi ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang mendalam dengan pendekatan langsung ke lapangan. Para peserta diajak untuk mengamati dan memahami secara detail struktur tata ruang yang terdapat di pekarangan sikut satak, sebuah konsep yang mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. Tata ruang ini tidak hanya berfungsi secara praktis, tetapi juga memiliki dimensi filosofi yang sangat kaya, yang menjadi pedoman masyarakat Bali dalam membangun lingkungan tempat tinggal mereka.
Di Omah Blumbungan, peserta mendapatkan penjelasan langsung dari para ahli yang telah berpengalaman dalam mempelajari dan melestarikan arsitektur tradisional Bali. Mereka menjelaskan secara rinci mengenai elemen-elemen penting dari sikut satak, seperti penempatan bangunan, pembagian zona ruang, dan keterkaitannya dengan konsep Tri Hita Karana, yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan lingkungan.
Kegiatan ini semakin menarik dengan adanya sesi guest lecture yang menghadirkan narasumber kompeten di bidang arsitektur dan budaya Bali. Dalam sesi ini, mahasiswa diajak untuk berdiskusi secara interaktif, membahas berbagai aspek desain yang dapat diadopsi dari konsep tradisional Bali ke dalam desain modern. Narasumber juga memberikan inspirasi tentang pentingnya mempertahankan nilai-nilai lokal dalam menciptakan karya desain yang unik dan bermakna.
Selain itu, ekskursi ini juga menjadi momen bagi mahasiswa untuk menjalin kebersamaan dan meningkatkan keterampilan kolaboratif. Mereka bekerja dalam kelompok untuk mencatat, menganalisis, dan mempresentasikan temuan mereka selama kegiatan berlangsung. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengolah data dan menuangkannya ke dalam ide-ide desain yang kreatif.
Ekskursi “Sikut dan Sukat” tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa desain interior bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang memahami konteks budaya, sejarah, dan lingkungan. Dengan pemahaman ini, mahasiswa Desain Interior IDB Bali diharapkan mampu menciptakan desain yang tidak hanya indah, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian nilai-nilai tradisional.
Seluruh rangkaian kegiatan ekskursi ini diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa dalam mendesain ruang yang tidak hanya estetis, tetapi juga sarat dengan nilai budaya dan filosofi lokal. Semangat kolaboratif dan wawasan baru yang didapatkan selama ekskursi ini menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi mereka dalam menciptakan desain yang relevan dan bermakna di masa depan.
IDB Bali
Create Your Own Creative Journey











































































