Dalam rangka mendukung inovasi dan peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Jembrana, Bali, dosen dan mahasiswa IDB Bali mengadakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pemanfaatan Kulit Kakao sebagai Pewarna Alami pada Produk Fashion.” Program ini menyasar Kelompok Tani Wanita Kusuma Sari di Desa Melaya, Kecamatan Jembrana, yang telah dikenal dengan produk cokelatnya.
Sudah diketahui Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen kakao terbesar di dunia, menduduki peringkat ketiga dengan total produksi 739.483 ton pada tahun 2022. Sebagian besar produksi kakao dihasilkan di Pulau Sulawesi dan Sumatra, namun Jembrana, Bali, juga menjadi daerah penghasil kakao dengan kualitas yang diakui dunia. Meski biji kakao sering dimanfaatkan dalam berbagai industri makanan dan farmasi, potensi kulit kakao sebagai pewarna alami tekstil masih belum banyak diketahui oleh masyarakat.
Kulit kakao mengandung pigmen alami yang dapat digunakan sebagai pewarna tekstil ramah lingkungan. Melalui pemanfaatan ini, kulit kakao yang sebelumnya hanya menjadi limbah pertanian dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi. Selain mengurangi limbah, penggunaan kulit kakao sebagai pewarna alami juga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani kakao di Jembrana.
Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan pada tahun 2024 ini mendapat dukungan hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program PKM ini bertujuan untuk memberikan pelatihan bagi Kelompok Wanita Tani Kusuma Sari tentang cara mengolah kulit kakao menjadi pewarna alami, serta mengembangkan produk fashion berbasis tekstil ramah lingkungan.
Tiga kegiatan utama yang dilaksanakan dalam program ini adalah:
1. Pelatihan Manajemen, Branding, dan Pembuatan Media Sosial
2. Pelatihan Ekstraksi Kulit Kakao Menjadi Pewarna Alami
3. Pendampingan Pembuatan Produk Fashion Berbasis Tekstil Alami
Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani kakao di Jembrana dengan memberikan sumber pendapatan baru melalui produk fashion berbasis pewarna alami. Selain itu, kegiatan ini juga membantu mengurangi limbah pertanian dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan di daerah tersebut.
Program PKM ini juga memberikan pengalaman berharga bagi dosen dan mahasiswa IDB Bali, yang dapat mengembangkan riset lebih lanjut terkait pemanfaatan pewarna alami dari kulit kakao. Melalui kolaborasi dengan industri tekstil lokal, produk-produk hasil inovasi ini diharapkan dapat mendukung ekonomi kreatif dan memperkuat branding produk berbasis keberlanjutan di Jembrana Bali.
IDB Bali
Create Your Own Creative Journey












































































