Denpasar, Bali – Dunia fashion terus berkembang, bergerak cepat mengikuti arus zaman yang semakin dinamis. Namun, di balik gemerlap industri ini, muncul satu pertanyaan penting: apakah fashion hanya tentang gaya, atau juga tentang tanggung jawab?
Pertanyaan inilah yang menjadi benang merah dalam kegiatan Fashion Business Incubator 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi Desain Mode dan Inkubator Bisnis Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali pada 9–13 Februari 2026, bertempat di Gedung A IDB Bali. Mengusung tema “Sustainable Souls: Fashion with Responsibility”, kegiatan ini menjadi ruang belajar yang tidak hanya kreatif, tetapi juga reflektif dan visioner.
Menjadi mahasiswa desain mode di era saat ini bukan lagi sekadar memahami tren atau menciptakan karya yang menarik secara visual. Lebih dari itu, mereka dituntut untuk memahami dampak dari setiap keputusan desain—mulai dari pemilihan material, proses produksi, hingga strategi pemasaran.
Melalui Fashion Business Incubator ini, IDB Bali mengajak mahasiswa untuk melihat fashion dari perspektif yang lebih luas. Bahwa setiap karya bukan hanya produk estetika, tetapi juga memiliki nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan desain di IDB Bali terus berkembang, mengikuti kebutuhan industri sekaligus menjawab tantangan global.
Ruang Belajar Nyata: Dari Ide ke Industri
Selama lima hari pelaksanaan, mahasiswa tidak hanya duduk mendengarkan materi. Mereka diajak masuk ke dalam ekosistem pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan aplikatif.
Berbagai sesi diskusi, sharing session, hingga studi kasus menghadirkan pengalaman belajar yang nyata. Mahasiswa diajak memahami bagaimana sebuah brand fashion dibangun dari nol, bagaimana strategi pemasaran dijalankan, hingga bagaimana menjaga keberlanjutan dalam produksi.
Di sinilah kreativitas bertemu dengan realitas industri. Salah satu kekuatan utama dari kegiatan ini adalah kehadiran para narasumber dari berbagai latar belakang—baik akademisi maupun praktisi industri kreatif. Mereka tidak hanya berbagi teori, tetapi juga pengalaman nyata yang relevan dengan kondisi industri saat ini.
Para narasumber yang hadir antara lain:
- Metta Puspita Dewi – Owner Orlena dan 1st Winner Pengusaha Muda Brilian
- Ar. IGN Bagus Kusuma, ST., MT., IAI – Interior Design Expert
- Yuliana Wu – IFC dan Owner Ha-Pe
- William Utama – Winner of Harper’s Bazaar NewGen Award
- Putu Astri Lestari, SE., MM., AK – Kaprodi Manajemen Bisnis IDB Bali
- I Komang Angga Maha Putra, S.Ds., M.Sn. – Dosen DKV IDB Bali
- Dilla Liris Prasanti – Head of Business Development Baliola
- Selviani Nurul Utami, S.AB., MBA – Paramatex
- Putu Yogi Agustia Pratama, S.Pd., MM – Kaprodi Bisnis Digital IDB Bali
- Irfan Cahyono, S.Bns., MTCNA – Dosen Sistem & Teknologi Informasi Bisnis IDB Bali
Melalui diskusi yang berlangsung, mahasiswa mendapatkan perspektif yang komprehensif tentang industri fashion, mulai dari sisi kreatif hingga strategi bisnis dan teknologi.
Membahas Fashion dari Berbagai Sudut
Topik yang diangkat dalam kegiatan ini sangat beragam dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Tidak hanya membahas desain, tetapi juga aspek penting lainnya yang seringkali menjadi penentu keberhasilan sebuah brand.
Beberapa topik utama yang dibahas antara lain:
- Branding dalam industri fashion: bagaimana membangun identitas yang kuat dan autentik
- Produksi berkelanjutan (sustainable fashion): memahami dampak lingkungan dan solusi inovatif
- Strategi digital marketing: memanfaatkan teknologi untuk menjangkau pasar global
- Pengembangan bisnis fashion: dari ide kreatif menjadi brand yang memiliki nilai ekonomi
Diskusi berlangsung dengan suasana yang interaktif dan dinamis. Mahasiswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktif bertanya, berdiskusi, dan berbagi pandangan.
Belajar dari Pengalaman Nyata
Salah satu hal yang membuat kegiatan ini terasa berbeda adalah pendekatan pembelajarannya yang berbasis pengalaman. Para narasumber membagikan kisah perjalanan mereka di industri—tantangan yang dihadapi, kegagalan yang dialami, hingga strategi yang akhirnya membawa mereka pada kesuksesan.
Bagi mahasiswa, ini menjadi pelajaran berharga. Mereka tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga dari realitas yang dihadapi oleh para profesional.
Hal ini membantu mahasiswa untuk memiliki gambaran yang lebih jelas tentang dunia kerja yang akan mereka masuki.
Membangun Mental Fashionpreneur
Melalui Fashion Business Incubator, IDB Bali tidak hanya ingin mencetak desainer yang kreatif, tetapi juga fashionpreneur—individu yang mampu menggabungkan kreativitas dengan kemampuan bisnis.
Mahasiswa didorong untuk berpikir sebagai pelaku industri sejak dini. Mereka diajak untuk melihat peluang, memahami pasar, dan menciptakan solusi melalui karya mereka.
Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan pekerjaan.
Tema “Sustainable Souls: Fashion with Responsibility” menjadi pengingat bahwa industri fashion memiliki tanggung jawab besar terhadap lingkungan dan masyarakat.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya keberlanjutan dalam setiap proses kreatif. Mulai dari penggunaan bahan ramah lingkungan, efisiensi produksi, hingga etika dalam bisnis.
Kesadaran ini menjadi bekal penting bagi generasi desainer masa depan, agar mereka tidak hanya menciptakan karya yang indah, tetapi juga berdampak positif.
Meski mengangkat tema yang cukup serius, suasana kegiatan tetap terasa santai dan menyenangkan. Interaksi antara mahasiswa dan narasumber berlangsung cair, menciptakan ruang diskusi yang terbuka.
Banyak ide-ide segar yang muncul dari diskusi ini. Mahasiswa saling bertukar gagasan, membangun koneksi, dan menemukan inspirasi baru untuk karya mereka.
Inilah yang membuat kegiatan ini terasa hidup—bukan sekadar seminar, tetapi pengalaman belajar yang membekas.
Fashion Business Incubator ini menjadi salah satu bukti komitmen IDB Bali dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Di IDB Bali, pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Mahasiswa diberikan ruang untuk belajar langsung dari praktisi, terlibat dalam proyek nyata, dan membangun jaringan profesional sejak dini.
Pendekatan ini menciptakan ekosistem belajar yang dinamis, di mana mahasiswa dapat berkembang secara optimal.
Menyiapkan Masa Depan Industri Fashion
Industri fashion akan terus berkembang, menghadirkan tantangan dan peluang baru. Untuk itu, dibutuhkan generasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga adaptif dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan seperti Fashion Business Incubator, IDB Bali berperan aktif dalam menyiapkan generasi tersebut. Mahasiswa dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan mindset yang dibutuhkan untuk bersaing di tingkat global.
Fashion bukan lagi sekadar tentang apa yang dikenakan, tetapi tentang apa yang diperjuangkan. Ia menjadi medium untuk menyampaikan pesan, membangun identitas, dan menciptakan perubahan.
Melalui Fashion Business Incubator 2026, IDB Bali menunjukkan bahwa masa depan fashion tidak hanya tentang tren, tetapi juga tentang tanggung jawab.
Di sinilah para mahasiswa belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari masa depan tersebut. Karena jika fashion adalah masa depan, maka di IDB Bali, masa depan itu sedang dibentuk—dengan kreativitas, kesadaran, dan keberanian untuk membuat perubahan.
IDB Bali
Empowering People To Be Creative



















































































