Rabu (3/2) Sekolah Tinggi Desain Bali dan New Media menyelenggarakan ajang pemilihan Putra Putri Kampus 2016 yang bertempat di Kampus STD Bali. Acara ini bertujuan untuk mencari sepasang finalis yang diharapkan mampu menjadi panutan bagi mahasiswa – mahasiswi STD Bali dan New Media. Selain itu, para finalis tersebut akan menjadi duta kampus STD Bali dan New Media sebagai peserta di ajang Putra Putri Kampus Ajeg Bali.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WITA ini diawali dengan sesi pemotretan para peserta, dimana foto tersebut akan diunggah ke media sosial Instagram untuk kepentingan voting. Sembari menunggu giliran untuk pemotretan, para peserta yang lain memasuki ruangan untuk mengikuti tes tulis dan wawancara. Adapun dewan juri yang mewawancarai para peserta diantaranya adalah Miss Ririn, Miss Inten, Miss Astri dan Pak Rama yang merupakan dosen di STD Bali dan New Media. Selain dosen, ada pula Andy Dwi Asmara yang merupakan Putra Ajeg Bali tahun 2013 sebagai juri tamu pada sesi ini.
“Persiapannya sih saya sempat browsing internet untuk mencari inspirasi dan latihan bareng temen supaya meltih mental saya agar bisa maksimal.” Itulah yang disampaikan oleh salah satu peserta putra putri kampus tahun ini. Dan menurut beberapa peserta, Pak Rama menjadi “momok” yang cukup membuat tegang para peserta dalam sesi wawancara.
Acara ini juga merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis STD Bali dan New Media yang ke-13. Tidak sampai disini saja, acara putera puteri kampus ini akan dilanjutkan pada tanggal 25 februari dimana 20 besar finalis akan kembali menunjukkan kebolehannya diajang catwalk dan menjawab pertanyaan dari juri secara acak. Dimana Pak Acwin akan menjadi salah satu juri diajang ini. (akr/ast)




































































