Kam | 04 Jun 2026 |
Indonesian ID English EN

Kuliah Umum Internasional IDB Bali: “Sketching Global Perspective” Membuka Cakrawala Baru Mahasiswa Arsitektur dan Desain Interior

Denpasar, 8 September 2025 – Aula Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali pagi itu terasa berbeda. Ratusan mahasiswa arsitektur dan desain interior duduk rapi, untuk mengikuti kuliah umum dari pakar internasional.

Kuliah Umum Internasional bertajuk “Introduction to Architecture and Interior Design: Sketching Global Perspective”. Sebuah kesempatan langka di mana mahasiswa bisa belajar langsung dari praktisi dan akademisi internasional.

Fabian Böhm Tischler, B.A. IA, B.Eng. A, M.Eng. IA seorang arsitek muda berbakat asal Jerman yang menempuh pendidikan di University of Applied Sciences Darmstadt, Germany. Fabian bukan sekadar seorang arsitek, tetapi juga seorang visioner yang percaya bahwa arsitektur tidak hanya berbicara tentang bangunan, melainkan juga tentang cara manusia berinteraksi dengan ruang.

Sesi ini dimoderatori oleh Dr. I Putu Gede Suyoga, S.T., M.Si., Kaprodi Arsitektur IDB Bali, yang memandu diskusi dengan gaya hangat dan komunikatif. Kombinasi keduanya menciptakan atmosfer yang cair, membuat mahasiswa tidak hanya mendengar, tetapi juga terlibat dalam dialog aktif.

Fabian memulai kuliahnya dengan pertanyaan sederhana, “Apa yang kalian bayangkan saat mendengar kata arsitektur? Apakah hanya tentang gedung tinggi dan struktur beton, atau sesuatu yang lebih dari itu?”

Fabian kemudian menjelaskan bahwa arsitektur adalah bahasa universal. Sebuah medium di mana ide, budaya, dan identitas bisa disampaikan tanpa kata-kata.

Menurutnya, sketsa arsitektur bukan hanya gambar teknis, melainkan bentuk komunikasi lintas batas. Seorang arsitek dari Bali bisa berkomunikasi dengan seorang arsitek di Jerman hanya dengan sebuah sketsa.

Dengan penuh semangat, Fabian menceritakan pengalamannya belajar dan bekerja di Jerman. Ia menunjukkan beberapa karya sketsa bangunan, mulai dari gedung modern hingga rumah tradisional yang terinspirasi konteks lokal.

Lalu, ia membandingkan bagaimana pendekatan arsitektur di Eropa berbeda dengan di Asia. Di Jerman, arsitektur banyak menekankan pada fungsi, efisiensi energi, dan keberlanjutan. Sementara di Bali, arsitektur tidak bisa dilepaskan dari nilai budaya, spiritualitas, dan harmoni dengan alam.

Kuliah umum ini tidak hanya satu arah. Mahasiswa IDB Bali diberi kesempatan untuk bertanya langsung. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul pun beragam – mulai dari teknik sketsa, cara menghadapi tantangan arsitektur modern, hingga bagaimana menyeimbangkan idealisme dengan kebutuhan pasar.

Dr. I Putu Gede Suyoga menambahkan bahwa kehadiran Fabian menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi global.

Beliau juga mengingatkan bahwa IDB Bali sebagai kampus desain tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga membangun jejaring internasional.

Dari awal hingga akhir, kuliah umum ini terasa hidup. Di tengah sesi narasumber mengajak para mahasiswa untuk live sketch di pelataran IDB, para mahasiswa antusias sekali, apalagi dipandu langsung oleh pakar internasional.

Kuliah umum internasional ini bukan hanya soal materi teknis, tetapi juga membangun mindset mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja global. IDB Bali ingin menanamkan bahwa lulusan mereka harus mampu bersaing di kancah internasional, tanpa kehilangan akar budaya lokal.

Dengan menghadirkan praktisi dari luar negeri, mahasiswa belajar langsung bahwa dunia arsitektur adalah ekosistem yang saling terhubung. Kreativitas yang lahir di Bali bisa diapresiasi di Jerman, Jepang, atau negara mana pun jika dikemas dengan perspektif global.

Kolaborasi akademik semacam ini diharapkan tidak berhenti pada kuliah umum, tetapi berkembang ke arah lebih jauh dalam pengembangan ilmu pengetahuan khsususnya dunia arsitektur.

Bagi mahasiswa baru IDB Bali, acara ini menjadi pengalaman pertama yang membuka mata mereka tentang luasnya dunia arsitektur. Bagi mahasiswa tingkat akhir, ini menjadi pengingat bahwa karya mereka punya peluang untuk diakui di panggung internasional.

Dengan semangat ini, IDB Bali terus berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang kaya dan relevan. Bukan hanya menghasilkan lulusan yang kreatif, tetapi juga generasi yang siap bersaing dan berkolaborasi di era global.

IDB Bali

Create Your Own Creative Journey

Bagikan Artikel