Australia Award Scholarship atau AAS merupakan beasiswa resmi dari pemerintah Australia yang dikelola oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia. Beasiswa bergengsi ini diberikan untuk orang-orang Indonesia dan beberapa Negara lain yang ingin belajar S2 dan S3 di Australia, seperti Vietnam dan Papua Nugini. Di tiap tahunnya, beasiswa ini diperebutkan ratusan ribu peserta dari kalangan global.
Pada tahun ini pula, salah satu dosen Sekolah Tinggi Desain Bali (STD Bali), Freddy Hendrawan, ST.,MT, berhasil menjadi salah satu yang mendapatkan pendidikan Doktoral dengan beasiswa AAS ini. Pria kelahiran 25 Mei ini menjadi yang berhasil lolos dari hampir 5300-an pelamar yang mengikuti test sejak awal, dimana tahun ini merupakan pelamar terbanyak sepanjang 10 tahun kebelakang. Di tahun ini hanya 600 pelamar yang diterima lolos interview dan total hanya 300 yang berhasil menerima beasiswa AAS ini. Sedangkan untuk pendidikan doktoral di tahun ini hanya diberikan 15% kuota dari 300 yang diterima, yaitu hanya 45 yang terpilih dari ribuan yang mencoba peruntungannya. Beliau yang merupakan Ketua Jurusan prodi Desain Interior STD Bali ini mengambil konsentrasi di bidang “Architecture And Built Environment” di salah satu Universitas di Australia akan memulai pendidikan Doktoral-nya di bulan Februari 2018 ini hingga maksimal 4 tahun ke depan.
Dalam kesehariannya ia merupakan dosen yang ramah dan juga aktif dalam kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa. Karena usianya yang masih tergolong muda ini, Pak Freddy, begitu kerap ia disapa, mudah untuk membaur serta menyertai kegiatan-kegiatan mahasiswa di Kampus STD Bali. Dosen yang hobi travelling ini pun beberapa waktu lalu menemani perwakilan mahasiswa Desain Interior STD Bali dalam mengikuti TKMDII 2017 (Temu Karya Mahasiswa Desain Interior Indonesia) yang bertempat di ITB (Institut Teknologi Bandung). Sekaligus membuktikan eksistensi dari prodi Desain Interior STD Bali di kancah nasional.
Sikap yang ditunjukkan oleh sang dosen ini pun seiring pula dengan kesan yang ingin ditonjolkan oleh kampus STD Bali, bahwa STD Bali menginginkan pembaharuan dalam dunia pendidikan. Tidak lagi membuat batasan yang jauh antara segenap civitas dan mahasiswa, melainkan bersama dalam membangun dan mengembangkan kemampuan diri serta mengasah kreatifitas.
Dengan adanya prestasi ini merupakan pembuktian dari komitmen kampus STD Bali terhadap kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai tenaga pengajar bagi mahasiswa-mahasiswi STD Bali ke depannya. Dengan tetap menekankan pada motto di Kampus STD Bali, setting standart for the industry, seluruh civitas akademika berlomba untuk menyajikan yang terbaik bagi seluruh mahasiswa yang telah mempercayakan masa depannya pada lembaga. Dengan adanya prestasi dari dosen mereka langsung, diharapkan para mahasiswa merasa bangga serta terus memacu kreatifitas yang menjadi landasan dalam menempuh pendidikan di kampus STD Bali. Walaupun STD Bali adalah Kampus yang masih sangat muda, sampai dengan saat ini Dosen STD Bali yang menempuh Program Doktoral (S3) sudah berjumlah 10 orang dan yang membanggakan semua Program S3 diraih dengan Beasiswa Penuh dari Kemenristek (std)




































































