Kamis, 7 September 2017 dilaksanakan kegiatan sertifikasi bagi mahasiswa di STD Bali dan New Media jurusan Desain Grafis. Kegiatan sertifikasi tersebut merupakan program kampus STD Bali dan New Media dalam menjaga kualitas lulusan agar mampu bersaing dalam dunia kerja di tingkat internasional. Kegiatan sertifikasi tersebut juga merupakan kesiapan kampus dalam menjawab tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai terasa dampaknya di Indonesia. Mempersiapkan lulusan yang tersertifikasi merupakan salah satu bentuk komitmen kampus untuk memberikan bekal kepada mahasiswa agar lebih percaya diri dalam persaingan global.
Sertfikasi yang dilaksanakan kali ini adalah sertifikasi dari Adobe yang bernama "Adobe Certified Associate" untuk program keahlian "Visual Communication using Adobe Photoshop". Kegiatan sertifikasi berlangsung selama 4 hari penuh. Kegiatan tersebut diisi dengan pelatihan dalam menghadapi sertifikasi internasional yang diisi oleh dua tenaga pendidik STD Bali dan New Media yang telah tersertifikasi Adobe yaitu Bapak Kadek Angga Dwi Astina, S.Ds., ACA dan Bapak I Komang Angga Maha Putra, S.Ds., ACA. Dalam kegiatan pelatihan tersebut, mahasiswa dibekali dengan materi-materi teknis maupun non teknis dalam penggunaan software Adobe Photoshop. Sehingga mahasiswa tentu akan merasa lebih siap karena telah dibekali dengan materi-materi yang umumnya akan keluar pada saat ujian berlangsung yang dilaksanakan secara online pada hari kamis 7 September 2017.
Final test dari Sertifikasi Adobe menunjukan hasil High Passing Rate, yang tentunya merupakan hasil luar biasa yang diraih oleh mahasiswa-mahasiswa kampus desain di Bali ini. Salah satu mahasiswa yang meraih passing rate tertinggi pada batch program ini adalah Putu Oktarisa Eka Sudianti dengan nilai 927/1000. Menurut mahasiswa yang berasal dari kabupaten Badung tersebut, soal-soal ujian yang keluar sangat membingungkan, setiap jawaban obyektif yang ditawarkan di setiap soal memiliki kemiripan dan setiap soal praktik yang keluar juga selalu memiliki teknik jawab yang unik, sehingga Icha panggilan akrab Oktarisa merasa harus sangat hati-hati dalam memutuskan jawaban di tengah waktu ujian yang sangat sempit ditambah dengan semua soal disajikan dalam bahasa Inggris. Namun dengan hasil yang telah diraih, Icha merasa sangat bangga, karena usahanya dalam mempelajari modul dan materi-materi yang diberikan selama pelatihan berbuah manis. Harapan semoga adik-adik atau kakak tingkatnya di kampus yang akan mengikuti kegiatan sertifikasi pada batch berikutnya dapat lulus dengan hasil yang terbaik.




































































