Hari Sabtu, tanggal 20 Mei 2017 pukul 09.00 WITA, bertempat di Aula Kampus New Media, diadakan seminar Kreatif road to ARTTOPIA dengan tema SEDERAJ(ART) yang dimulai dengan penyambutan ketua pelaksana Muhammad Vay Thoriq dan dibuka pula oleh Dr. Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, ST., MA.. Acara ini dituntun dari awal sampai akhir oleh I Komang Angga Maha Putra, S.Ds., ACA. selaku pembawa acara. Adapun pembicara yang mengisi seminar ini adalah A.A.Ngurah Bagus Kesuma Yudha, S.S.,M.Si dan Gede Esha Satrya Wibawa S.Sn.
Pada seminar ini Ngurah Bagus membagikan ilmu tentang dunia perfilman “LIVE THE IMAGINATION – HOW TO BE A FILM MAKER”. Dalam dunia perfilman kita bisa menghidupkan imajinasi yang kita bayangkan dan pada sesi ini peserta diperlihatkan beberapa film pendek yang berjudul “Animator vs Animation”, “Pekak Kukuruyuk”, dan “3 Facts About”, dua di antara film pendek tersebut merupakan karya Ngurah Bagus. Peseta seminar juga diberi tips dan langkah – langkah dalam pembuatan film, Agung Yudha memberikan pesan “Membuat film apapun, lakukanlah dengan professional dan serius, karena kita mempertanggung jawabkan apa yang sudah kita buat”.
Seminar ini dilanjutkan oleh Gede Esha Satrya Wibawa S.Sn yang membagikan ilmu tentang branding “BASICALLY – BASIC OF BRANDING”, peserta disuguhkan dengan penjelasan brand secara theorically dan practically serta macam – macam brand. Banyak brand yang mengedepankan nama serta visual identity sebagai hal yang utama, namun Esha mempertegas bahwa experience adalah modal utama sebuah branding, karena “Desain itu tidak ada yang jelek, namun harus tepat”.
Seminar ini ditutup dengan foto bersama seluruh panitia, peserta hingga pengisi acara.
Keesokan harinya pada hari Minggu 21 Mei 2017 merupakan seminar kreatif Road to Arttopia hari kedua yang bertajuk Creative Movement for Creative People yang diselenggarakan di Aula STD Bali dan New Media. STD Bali dengan mengundang dua pembicara sebagai owner clothing terbesar di Bali. Yaitu Vonzealous owner dari Voordurend dan Yudis selaku owner dari Slashrock dengan moderator I Gusti Ngurah Gitayogi Irhandi, S.Sn. Peserta yang hadir bukan hanya dari mahasiswa STD Bali dan New Media tetapi dihadiri oleh siswa SMA/SMK dan perguruan tinggi lainnya. Seminar ini bertujuan untuk memotivasi dan menumbuhkan semangat kewirusahaan bagi peserta seminar.
Pembicara menyampaikan tentang pengalaman usaha berkecimpung dalam dunia fashion. Tidak mudah bagi mereka melakukan bisnis, karena pada dasarnya mereka adalah orang seni yang tidak terlalu mengetahui akan dunia bisnis. Mereka harus jatuh bangun untuk mempertahankan masing-masing usahanya hingga dapat berjalan lebih dari 10 tahun. Hancurnya suatu usaha mereka karena marketing yang buruk. Seiring waktu dengan sendirinya marketing mereka kuasai dengan pengalaman yang ada.
Mereka memberikan kiat sukses untuk para peserta bahwa sebuah usaha clothing bukan hanya desain dari clothing yang bagus saja. Tapi perlu adanya marketing dan konsep yang kreatif. Salah satunya adalah kutipan yang mereka utarakan yaitu tampil beda, agar produk yang dijual dapat menarik perhatian para calon konsumen. Yudis berbicara bahwa idealis itu penting, namun kita harus memikirkan desain atau konsep seperti apa yang dapat dijual, dan itu adalah dasar untuk membuat suatu usaha clothing. Acara tersebut menarik perhatian para peserta, dengan dibanjiri pertanyaan akan memulai suatu usaha clothing.




































































